Nama Gampong Lam Duro terdiri atas dua suku kata yaitu Lam dan duro, Menurut narasumber Abd. Hamid, bahwa kata “Lam” merupakan kata-kata yang sudah ada sejak dulu yang artinya tenggelam dan semua orang tetua gampong kami berkomentar yang sama. Gampong Lam Duro pada awal mulanya adalah sebuah sungai bahkan dalam riwayat lainnya dikatakan Lautan Luas, di mana pada saat itu sungai tersebut digunakan sebagai alternatif jalur transportasi. Pocut Siti salah satu anak dari Raja Bakoi (salah satu raja Aceh) pada saat itu juga pernah melalui jalur transportasi sungai tersebut. Namun seiring dengan pergantian waktu lama kelamaan sungai ini menjadi dangkal dan kemudian menjadi daratan dan lahan sawah.
Asal mula di beri nama Lam Duro adalah sekitar lebih kurang 350 tahun yang silam yang dulunya disebut dengan Lham Guroe,”Lham berarti tenggelam” Guroe artinya Guci” maka disebutlah dengan sebutan Lham Guroe artinya guci tenggelam. sejarah mengatakan bahwa ada sebuah kapal yang dulunya disebut oleh orang tua dengan “Bitra” yang melintas melalui gampong ini (Lam Duro sebutan sekarang). Ketika kapal tersebut sampai dikawasan Gampong Lam Bitra sekarang, Kapal/Bitra tersebut tenggelam beserta isinya yang menghebohkan dan menjadi sejarah masyarakat zaman itu, salah satu isi dari kapal tersebut adalah Guroe istilah bahasa dulu (Guci), juga ikut terbawa hanyut kekawasan gampong Lam Duro, Guroe (Guci) tersebut hanyut lebih kurang 700 meter lalu tenggelam persisnya di lorong Makmur bertepatan kira-kira pas diperkarangan rumah bapak M. Syam Daud sekarang. Atas dasar inilah menurut cerita nara sumber yang tertua usianya didesa kami sekarang yang bernama Abd. Hamid (95 tahun saat menceritakan), gampong kami diberi nama Lham Guroe.
Kemudian dari tahun-ketahun beralih generasi berganti keturunan nama kampung ini terus terkenal dengan sebutan Lam Guroe artinya tempat guci tenggelam dalam kejadian yang bersejarah itu, lambat laun pengucapan nama gampong berubah menjadi Lam Duroy, seiring waktu selanjutnya berubah lagi pengucapan nama gampong hingga sampai sekarang menjadi sebuah nama gampong dengan sebutan Lam Duro.